
Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
Fisika teoretis dan eksperimental
Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan teori dan eksperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoretis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang sukses.
Gampangnya, teoris berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaska teori yang ada, sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk mengujinya belum pernah disusun.
Teori fisika utama
Meskipun fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu. Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih terus diteliti; contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai teori chaos ditemukan pada abad kedua puluh, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar penelitian menuju topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya, diharapkan memahami teori-teori tersebut.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika
>
.
Arti Fisika
Physics

fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu. Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih terus diteliti
Cara Mudah Belajar Fisika

Pelajaran ilmu pasti seperti fisika seringkali dianggap momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolah. Tak heran jika nilai yang diperoleh seringkali jauh dari eskpektasi yang diharapkan. Padahal, hal ini mungkin tidak akan terjadi jika cara belajar siswa diubah. Siapa tahu dengan metode baru ini, fisika bisa mejadi salah satu mata pelajaran favorit yang diminati para siswa.
Alih-alih belajar menggunakan teks book, siswa bisa memanfaatkan komputer untuk memahami fisika. Caranya dengan menggunakan software edutainment Hallo Physics!. Peranti lunak ini memadukan antara pendidikan dan entertainment.
Peranti lunak yang dikembangkan oleh PT Equinox Sains Media itu ditujukan untuk menghadirkan metode belajar fisika secara interaktif, mudah, dan menyenangkan. Pembuatannya melibatkan Profesor Yohanes Surya-yang sukses menelurkan juara-juara Olimpiade, sebagai narasumber.
Menurut Roy Adimulyo, Direktur PT Equinox Sains Media, Hallo Physics! adalah software pendidikan yang khusus ditujukan bagi para pengguna komputer, terutama pelajar sekolah menengah yang ingin mengeksplorasi penggunaan multi media dalam proses pembelajaran ilmu sains secara efektif dan interaktif.
Software ini mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih komunikatif. Yaitu dengan menggunakan sistem interaktif yang didukung oleh tampilan grafis dan animasi yang menarik. Penggunaan visualisasi sebagai pengganti kata-kata membuat materi pengajaran menjadi lebih mudah dipahami siswa. Dengan adanya gambar dan suara, diharapkan siswa dapat memahami fisika dengan lebih mudah. Proses belajar pun menjadi lebh aktif dan efektif.
Seluruh materi yang dikaji langsung oleh para ahli sains membuat akurasi data menjadi bagian penting dari media alternatif ini. Penggunaan animasi grafis menjadi sangat efektif untuk mengambarkan proses atau mekanisme suatu fenomena sains kepada siswa. Ini merupakan salah satu hal yang cukup sulit disampaikan dalam proses mengajar secara konvensional di sekolah. Software yang akan tersedia mulai Maret 2007 ini dikemas bersama produk PC desktop terbaru Hewlett Packard (HP), yaitu HP Pavilion a5000 series.
Sumber : Republika
Apa Itu Fisika?

Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
Sejarahnya
Sejak zaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Lainnya adalah sifat dari jagad raya, seperti bentuk Bumi dan sifat dari objek celestial seperti Matahari dan Bulan.
Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan oleh eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian dan anakronisme: contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.
Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert. Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber dari mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori dalam dinamika fluid. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum Gravitas memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Dari sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panasa juga dalam energi mekanika.
Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan oleh persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini adalah cahaya adalah gelombang elektromagnetik.
Karakteristik Bunyi

Konon katanya jika akan ada gunung yang meletus maka hewan liar yang tinggal di sekitar gunung tersebut biasanya melakukan pengungsian masal… hewan liar tersebut mempunyai “detektor canggih” yang membantu mereka menyelamatkan diri dari amukan gunung berapi. Wah, lebih canggih dari seismograf buatan manusia ya… he2… mungkin dirimu menduga hewan liar tersebut mengungsi karena suhu daerah di sekitar gunung berapi cukup tinggi. Kenyataannya faktor suhu tidak berpengaruh… kemarin ketika gunung merapi batuk-batuk ;) , banyak hewan seperti harimau, kijang, celeng (bukan celengan tapi babi hutan) dkk tidak melakukan pengungsian masal… bagaimana menjelaskan hal ini ? mengapa hewan-hewan bisa kabur sebelum gunung berapi akan meletus dasyat ?
Jawaban pertanyaan di atas berkaitan dengan gelombang bunyi… gelombang bunyi ? apa hubungannya ? mengenai hal ini akan gurumuda kupas tuntas pada akhir tulisan ini. Sebelum mengulas keanehan hewan, terlebih dahulu kita bahas karakteristik alias ciri khas bunyi… karakteristik bunyi berkaitan dengan sensasi yang dirasakan oleh setiap pendengar…
Kenyaringan
Kenyaringan menyatakan keras atau lembutnya bunyi… bunyi yang dihasilkan truk lebih keras dibandingkan dengan bunyi yang dihasilkan oleh sepeda motor. Dalam hal ini bunyi yang dihasilkan oleh truk lebih nyaring dibandingkan bunyi yang dihasilkan oleh sepeda motor. Bunyi yang dihasilkan pesawat lebih nyaring dibandingkan dengan bunyi yang dihasilkan oleh mobil… masih banyak contoh lain…
Dalam fisika, kenyaringan sebenarnya berkaitan dengan energi atau intensitas gelombang. Jika kita berbicara mengenai gelombang satu dimensi (contoh gelombang satu dimensi = gelombang pada tali) maka lebih penting jika kita membahas energi. Sebaliknya jika kita berbicara mengenai gelombang tiga dimensi (contoh gelombang tiga dimensi = gelombang bunyi atau gelombang gempa) maka lebih penting jika kita membahas Intensitas (I) gelombang. Dalam pokok bahasan energi, daya dan intensitas gelombang mekanik, sudah dijelaskan secara panjang pendek mengenai intensitas. Intensitas (I) gelombang merupakan energi yang dibawa oleh gelombang per satuan waktu melalui satu satuan luas yang tegak lurus dengan arah perambatan gelombang. Karena energi per satuan waktu adalah daya maka bisa dikatakan bahwa intensitas merupakan daya yang dibawa oleh gelombang melalui satu satuan luas yang tegak lurus dengan arah perambatan gelombang. Intensitas bergantung pada amplitudo, frekuensi, laju gelombang dan massa jenis medium.
Hubungan antara kenyaringan dan intensitas gelombang bunyi akan dibahas lebih lengkap pada episode berikutnya…
Titi nada (pitch)
Jika dirimu bergelut dengan dunia musik pasti tidak asing lagi dengan istilah aneh ini. Titi nada atau pitch merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan ketinggian suatu bunyi. Bunyi suling lebih “tinggi” sedangkan bunyi drum lebih “rendah”. Dalam hal ini, titi nada bunyi suling lebih tinggi dibandingkan dengan titi nada bunyi drum. Bunyi senar melodi lebih “tinggi” sedangkan bunyi senar bass lebih “rendah”. Dalam hal ini titi nada bunyi senar melodi lebih tinggi daripada titi nada bunyi senar bass.
Besaran fisika yang menentukan titi nada adalah frekuensi. Semakin tinggi frekuensi bunyi maka semakin tinggi titi nada. Sebaliknya semakin rendah frekuensi bunyi maka semakin rendah titi nada. Btw, titi nada juga dipengaruhi oleh amplitudo. Jika kita mendengar bunyi yang memiliki frekuensi yang sama tetapi amplitudonya berbeda maka bunyi yang memiliki amplitudo lebih besar walaupun kedengaran lebih nyaring tetapi titi nadanya lebih rendah.
Kualitas bunyi alias warna nada (timbre)
Misalnya jika kita memainkan gitar dan piano dengan kenyaringan dan titi nada yang sama, kita masih bisa membedakan bunyi yang dihasilkan oleh kedua alat musik tersebut. Dalam hal ini, walaupun kenyaringan dan titi nadanya sama tapi kita masih bisa membedakan bunyi gitar dan bunyi piano. Perbedaan ini dikenal dengan julukan kualitas bunyi. Dalam dunia permusikan ;) , biasanya digunakan istilah warna nada atau timbre.
Jangkauan pendengaran manusia
Sebelumnya sudah dijelaskan salah satu kharakteristik bunyi, yakni ketinggian. Besaran fisika yang menentukan ketinggian adalah frekuensi. Dirimu mungkin pernah mendengar bunyi gitar melodi dan bunyi gitar bas. Bunyi gitar melodi lebih “tinggi” karena frekuensi yang dihasilkan senar gitar melodi lebih tinggi, sebaliknya bunyi gitar bas lebih “rendah” karena frekuensi yang dihasilkan juga lebih rendah. Semakin tinggi frekuensi, semakin tinggi suatu bunyi, sebaliknya semakin rendah frekuensi, semakin rendah suatu bunyi. Btw, jika frekuensi terlalu rendah maka telinga kita sudah tidak bisa mendengar bunyi. Demikian juga jika frekuensi terlalu tinggi maka telinga kita juga tidak bisa mendengar bunyi.
Secara rata-rata, manusia bisa mendengar bunyi yang frekuensinya berkisar antara 20 Hz sampai 20.000 Hz. Gelombang bunyi yang frekuensinya lebih rendah dari 20 Hz atau lebih tinggi dari 20.000 Hz tidak bisa didengar oleh telinga manusia. Frekuensi di bawah 20 Hz dikenal dengan julukan infrasonik, sedangkan frekuensi di atas 20.000 Hz dikenal dengan julukan ultrasonik. Biasanya jika seseorang semakin tua maka ia juga tidak bisa lagi mendengar bunyi yang frekuensinya tinggi. Jangkauan pendengaran orang tua ;) berkisar antara 20 hz sampai 10.000 Hz. Kaecian deh ;) Ada cerita yang tidak menarik berkaitan dengan hal ini. Konon katanya anak sekolah di london saling sms-an ketika gurunya sedang memberikan pelajaran. Karena nada sms bisa didengar oleh guru maka guru tersebut melarang mereka untuk tidak saling sms-an. Murid yang nakal2 tersebut kemudian menggantikan nada sms berfrekuensi tinggi sehingga gurunya tidak bisa mendengar. Akhirnya para murid yang nakal2 tapi pintar tersebut bisa bersms ria ;) kalau di indonesia ya hpnya disilent saja, gitu saja kok repot :)
Walaupun manusia tidak bisa mendengar bunyi yang memiliki frekuensi di atas 20.000 Hz (frekuensi ultrasonik), beberapa hewan bisa mendengar bunyi berfrekuensi ultrasonik. Misalnya kelelawar bisa mendengar bunyi yang frekuensinya mencapai 100.000 Hz. Atau anjing bisa mendengar bunyi yang frekuensinya mencapai 50.000 Hz. Contoh hewan yang bisa mendengar gelombang bunyi berfrekuensi ultrasonik adalah kucing, tikus, belalang. Contoh lain bisa anda tambahkan melalui kolom komentar…
Sebaliknya hewan-hewan yang bisa mendengar gelombang bunyi berfrekuensi infrasonik (< 20 Hz) adalah jangkrik, kuda nil, ikan lumba-lumba, gajah, burung merpati… Biasanya jika kita mendekati jangkrik yang sedang bernyanyi ;) , walaupun langkah kaki kita sangat pelan, jangkrik tersebut berhenti bernyanyi… hal ini disebabkan karena jangkrik bisa mendengar bunyi berfrekuensi rendah (langkah kaki kita menghasilkan getaran berfrekuensi rendah). Gelombang infrasonik biasanya ditimbulkan oleh gempa teknonik, gempa vulkanik (gunung meletus), guntur, getaran mesin-mesin berat… walaupun gelombang bunyi berfrekuensi infrasonik tidak bisa didengar oleh manusia atau hewan tertentu tapi bisa menimbukan kerusakan parah pada tubuh manusia atau hewan atau bisa menghancurkan bangunan. Gelombang infrasonik bisa menghancurkan bangunan atau menimbulkan kerusakan pada tubuh dengan cara resonansi.
Katanya kemarin tiga hari sebelum gempa di Sichuan, China, banyak sekali kodok yang berparade di jalan. Kodok-kodok tersebut berusaha menjahui kota yang menjadi pusat gempa. Banyak orang yang tidak mengetahui mengapa kodok-kodok tersebut berparade di jalan. Ternyata tiga hari kemudian gempa dasyat menguncang Sichuan, china. Dugaan saya hal itu ditimbulkan oleh efek resonansi dari getaran gempa tektonik. Sebelum gempa dasyat tersebut terjadi, pasti gempa berskala kecil sudah terjadi. Efek resonansi yang ditimbulkan oleh getaran gempa berskala kecil tersebut pasti dirasakan oleh kodok sehingga semuanya kabur dari tempat kediamannya masing-masing ;) Hal yang sama terjadi sebelum gunung berapi meletus dasyat. Biasanya hewan kabur dari kediamannya di sekitar gunung berapi, sebelum gunung berapi tersebut meletus dasyat. Resonansi dari getaran gempa vulkanik tersebut sangat mengganggu hewan sehingga hewan tersebut berusaha menyelamatkan diri. Btw, ini Cuma penalaran saya saja… saya belum punya referensi yang menjelaskan hal ini. Anda bisa mengemukakan pendapat anda melalui kolom komentar… jangan lupa jelaskan secara ilmiah dan masuk akal.
Referensi
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Prof. Yohanes Surya
TOKOH FISIKA klasik
Pada 1655, Christiaan menemukan bulan Saturnus yang paling besar Titan. Ia juga menguji cincin-cincin Saturnus. Setahun kemudian, ia menemukan bahwa cicnin-cincin itu terdiri atas batu-batu. Di tahun yang sama Christiaan mengamati Nebula Orion. Dengan teleskop modernnya ia dapat membagi nebula itu menjadi bintang-bintang yang berbeda. Wilayah yang paling terang di dalam Nebula Orion dinamakan Huygens Region.
Ia juga menerbitkan buku pertama tentang teori probabilitas pada 1657. Itupun setelah didorong oleh Blaise Pascal. Huygens juga menjadi salah satu penulis pertama yang berspekualsi tentang kehidupan di planet lain secara detail. Misalnya dalam buku Cosmotheros, ia mengkhayalkan sebuah jagad raya dengan kehidupan pinggiran yang kebanyakan sangat mirip dengan kehidupan di abad ke-17 di bumi.
Huygens juga belajar membangun jam yang akurat untuk alat navigasi di kapal. Pada 1675, ia emmatenkan jam kantong. Ia tinggal di Paris sejak 1666, yang banyak ia gunakan waktunya untuk menekuni bidang astronomi. Tapi, pada 1681, ia pulang ke Denhag karena mendapatkan penyakit yang serius. Setelah 14 tahun menderita penyakit itu, Christiaan Huygens wafat pada 8 Juli 1695.
Giovanni Cassini
Giovanni Domenico Cassini lahir di Perinaldo, Genoa, Italia pada 8 Juni 1625. Ia menjadi ahli astronomi di Observatorium Panzano dari 1648-1669. Ia juga menjabat profesor astronomi di Universitas Bologna. Pada 1671, ia menjadi direktur Observatorium Paris.
Sekitar 1665, bersama ilmuwan Inggris abad ke-17 Robert Hooke, ia dianggap sebagai penemu Great Red Spot, yakni badai antisiklon di palet Jupiter. Cassini juga dikenal karena menemukan empat bulan planet Saturnus: Rhea, Cassini juga pada 1675 menemukan bahwa antar cincin-cincin saturnus terdapat celah hitam pemisah yang kemudian dinamai sebagai Cassini Division.
Sebagai seorang astronom, Cassini juga menjadi yang pertama mengamati rotasi yang berbeda dalam atmosfer Jupiter.
Pada 1672, ia mengirim koleganya ke Guyana Prancis. Sementara itu ia sendiri menetap di Paris. Namun, kedua tim ini membuat pengamatan secara simultan terhadap Mars. Mereka menemukan paralaks dalam penentuan jarak Mars. Inilah untuk pertama kali pengukuran dimensi sebenarnya dari tata surya. Cassini juga berhasil mengukur garis bujur dengan metode yang dibuat Galileo. Ia menggunakan gerhana dari satelit-satelit Jupiter sebagai sebuah jam.
Nama Cassini banyak diabadikan dalam sains. Salah satunya adalah sebuah kawah di Mars. Cassini wafat pada 14 September 1712.
Filosofi Hidup Pohon Bambu

Pembaca, berguru tidaklah hanya pada dosen di ruang kuliah saja. Tapi, juga pada alam. Alam yang menjadi ruang seluruh denyut kehidupan ini bisa menjadi mahaguru yang baik. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari alam. Kita bisa belajar banyak tentang filosofi hidup. Bahkan, apa yang tidak ada dalam buku-buku dan diktat-diktat pelajaran, bisa kita dapatkan dalam buku raksaksa bernama ALAM!
Nah, kali ini, saya ingin mengajak pembaca untuk belajar dari pohon bambu. Alkisah, ada seorang pemuda yang bertekad menjadi seorang pendekar sakti. Ia mengembara untuk mencari seorang guru terbaik yang bisa mengajarinya ilmu bela diri. Setelah ketemu, ia berusaha keras agar guru sakti itu mau menerimanya menjadi muridnya. Namun, ada satu syarat yang diminta guru itu, yakni harus mengikuti pelajaran apa pun yang diberikan guru itu. Pemuda itu menyanggupi.
Guru itu menyuruh si pemuda untuk menimba air, mencuci baju, dan memanjat pohon untuk mencari sarang burung dan telurnya. Itu harus dilakukan setiap hari tanpa absen satu pun. Lama kelamaan, selama dua tahun, pemuda itu mulai gelisah. Kebosanan mulai merayap di hatinya. Ia merasa ‘dikerjain’ oleh gurunya. Pada tahun ketiga, kebosanan seakan memuncak dan membuatnya berani mengungkapkan protes pada gurunya. Ia siap mengundurkan diri dari padepokan. Sang guru tahu benar isi hati pemuda itu. Diajaklah pemuda itu ke sebuah taman penuh dengan tanaman bambu. Sang guru menyuruh pemuda itu mencabut satu pohon bambu saja. Pemuda itu mencoba dan tidak berhasil. Ia mencobanya berkali-kali dan kegagalan yang sama terulang terus.
Guru itu mulai bercerita soal pohon bambu. Bambu, katanya, adalah tanaman yang unik. Waktu ditanam, kurang lebih empat tahun pertama, bambu belum menampakkan pertumbuhannya yang penting. Tapi, pada saat itulah, akar-akar bambu tumbuh subur. Pada tahun kelima, setelah pertumbuhan akarnya selesai, barulah batang bambu akan muncul. Tumbuh, menjulang ke atas langit. “Itulah yang sedang kamu pelajari. Belajarlah dari pohon bambu ini. Kalau kamu mau menjadi orang hebat dan besar, kamu harus membangun pondasinya lebih dulu. Itulah yang sedang saya latihkan padamu selama tiga tahun ini,” kata guru itu. Pemuda itu pun mulai menyadari maksud gurunya. Ia malu dan melanjutkan pelajaran beladirinya.
Kita perlu belajar seperti pemuda itu. Untuk menjadi baik dan memperoleh kesuksesan, tidak ada jalan lain selain ketekunan dan kegigihan dalam berusaha. Namun, orang cenderung males berproses, apalagi kalau proses itu sarat dengan kerja keras, keringat, dan penderitaan. Filosofi bambu ini mengajarkan kita untuk setia menanam dan merawat. Memang hasilnya tidak akan langsung kelihatan Tetapi, selama kita terus maju dengan gigih dan berusaha, pada saatnya kita akan memetik hasilnya. Persis seperti suatu kata bijak, orang yang pergi ke ladang dengan cucuran air mata akan pulang bersama berkas panennya dengan sorak-sorai. Intinya, tidak ada kesuksesan sejati yang gratis.
Pelajaran kedua dari bambu adalah soal karakter dan cara hidupnya. Bambu adalah satu-satunya tanaman di Asia Pasifik yang fungsinya sangat banyak. Ia pun bisa hidup di alam dengan ragam cuaca, dari tropis ke subtropis. Dari klasifikasinya, bambu tergolong dalam tanaman rumput. Tapi, bambu adalah rumput spektakuler. Tingginya terentang dari 30 cm sampai 30 meter. Ia sebuah tanaman rumput yang unik. Nah, inilah pelajarannya. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya. Kegunaan dan caranya bambu mengekspresikan dirinya menjadikan bambu sebagai rumput yang berbeda. Dalam kehidupan pun, latar belakang kita sebenarnya bukanlah penentu. Tetapi, bagaimana kita berupaya mengekpresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang yang ada. Itulah yang akhirnya, membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa.
Filosofi bambu lainnya adalah soal kegigihan dan keinginan untuk hidup dalam situasi sulit sekalipun. Saat Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom, hampir seluruh kehidupan di wilayah itu hancur, semua bangunan rata dengan tanah. Tapi, tidak lama, ada jenis mahkluk hidup yang kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tak lain adalah bambu. Hal ini mengajari kita untuk tidak terkungkung oleh masa lalu, kegagalan, tetapi segera bangkit untuk berusaha maju. Tidak berlama-lama mengutuki kegelapan, tetapi segera bangkit untuk menyalakan pelita.
Soal ini, bisa belajar dari petinju legendaris George Foreman. Foreman kalah telak oleh Muhammad Ali pada tahun 1974 di Kinshasa, Zaire. Ini adalah peristiwa mengejutkan sekaligus memalukan. Foreman yang sebelumnya dielu-elukan bakal di atas angin, justru kalah. Banyak orang, termasuk supporternya, ikut mencaci makinya. Dunia pun segera melupakannya. Tapi, Foreman tidak mau dibekap oleh kegagalan itu. Ia mau menunjukkan sebagai pemenang sejati. Ia banting stir menjadi wirausahawan. Bahkan, pada tahun 1994, ia kembali naik ring dan mengalahkan Michael Moorer. Kemenangan ini menjadikan Foreman sebagai petinju tertua yang memenangkan sabuk tinju kelas berat. Itulah ‘karakter bambu’ pada diri Foreman.
Terakhir, bambu juga mengajari kita soal fleksibilitas. Jarang, kita menyaksikan bambu roboh. Di tengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung, bambu tetap kokoh tak bergeming. Selain karena akarnya yang kuat, juga batangnya yang bergoyang bersama angin. Akibatnya, dalam cuaca dan angin kencang, pohon bambu bergoyang dan mengeluarkan desis suara, mengikuti irama angin. Tapi, tidak pernah tumbang. Sementara itu, pohon-pohon lain dengan batang lebih besar, justru tidak kuat menghadapi ganasnya angin. Inilah yang saya sebut dengan fleksibilitas. Pelajarannya? Kita perlu fleksibel dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Dengan begitu, kita tetap akan hidup dan berjaya.
Nah, pembaca, saatnya belajar dari pohon bambu!

